Rangkaian
Lampu dengan saklar
Balik saklar — lampu menyala, kecerahan ∝ daya
Lampu dengan saklar — simulasi Rangkaian interaktif. Balik saklar — lampu menyala, kecerahan ∝ daya Laboratorium fisika virtual gratis berbasis browser dengan pengukuran SI langsung dan tutorial terpandu.
Kontrol dengan saklar
Sebuah saklar di seri mengontrol apakah arus mencapai lampu. Ketika tertutup, lampu menyala; kecerahan bergantung pada daya.
Membuka saklar memutus loop dan menghentikan arus. Menutupnya melengkapi lintasan sehingga daya P = I·V mencapai filamen lampu.
- P = I·V
- Saklar terbuka → I ≈ 0
Singkat investigasi
Rencanakan pertanyaan sebelum Anda membuka lab
Ringkasan ini mencerminkan halaman prerender: pertanyaan utama, prediksi yang bersaing, peran variabel, hukum yang mengatur, penyiapan, serta petunjuk analisis dan pengembangan tetap terlihat dalam urutan ini.
Pertanyaan mengemudi
Baterai 9 V menyalakan bola lampu melalui saklar tertutup. Jika Anda menukar bohlam yang hambatannya lebih rendah, apakah bohlamnya bersinar lebih terang atau lebih redup?
Prediksi untuk ditimbang
- Bohlam yang hambatannya lebih rendah akan menyala lebih redup.
- Bohlam dengan hambatan lebih rendah menarik lebih banyak arus dan menghilangkan lebih banyak daya — bohlam bersinar lebih terang.
- Kecerahan tidak bergantung pada hambatan bohlam.
Peran variabel
Apa yang Anda tetapkan:
- Resistansi bohlam R (Ω)
Apa yang Anda ukur:
- Saat ini saya (A)
- Kekuatan hilang P (W)
Bagaimana penyelidikannya berjalan
- Buka preset lampu yang diaktifkan dan tekan Reset. Saklar mulai tertutup, sehingga baterai 9 V menyalakan lampu.
- Aktifkan pembacaan daya pada lampu.
- Atur hambatan lampu untuk setiap percobaan dan catat daya yang hilang.
Persamaan yang mengatur
Daya Listrik (dari I dan R) — P = I²·R
Daya yang hilang sebagai panas dan cahaya pada beban resistif adalah P = I²R. Pada tegangan tetap, beban dengan hambatan lebih rendah menarik lebih banyak arus, dan daya bertambah lebih cepat karena bergantung pada kuadrat arus.
Apa yang diminta siswa untuk dikerjakan oleh lembar kerja yang dapat dicetak
- Untuk satu percobaan, hitung I = E/R menggunakan E = 9 V, lalu P = I²R (atau setara dengan E²/R). Bandingkan dengan tabel.
- Jelaskan mengapa bohlam dengan hambatan lebih rendah, yang menarik lebih banyak arus pada tegangan yang sama, pada akhirnya menghabiskan lebih banyak daya — kecerahan pada bohlam sebenarnya sebanding dengan daya.
Di mana hal ini muncul di luar lab
- Bola lampu ' 100 W' pada 120 V memiliki tegangan sekitar 0.83 A dan memiliki hambatan sekitar 144 Ω saat panas. Dengan menggunakan P = E²/R, jelaskan mengapa bohlam 'watt lebih tinggi' yang diberi nilai tegangan yang sama harus memiliki hambatan RENDAH, bukan lebih tinggi.
- Filamen pijar sering kali rusak saat dinyalakan, saat suhunya dingin dan hambatannya paling rendah. Dengan menggunakan hubungan kekuatan Anda, jelaskan mengapa lonjakan arus (dan daya) paling tinggi pada saat itu.
- AP Physics 2 — Unit 11: Electric Circuits
- AP Physics C: Electricity and Magnetism — Unit 11: Electric Circuits
- IB Physics — B.5 Current and circuits
- General High School Physics — Electricity & DC circuits
- NGSS High School Physics — Electric current and magnetic fields
- Selamat datang di lampu dengan saklar
- Pilih lampu
- Tekan Putar
- Alihkan saklar
- Buka inspektur
- Berhasil!
Buka simulasi interaktif untuk membangun adegan, tekan Putar, dan jelajahi dengan pengukuran langsung dan tutorial terpandu.