Gelombang berdiri
Gelombang berdiri terbentuk ketika gelombang memantul dan berinterferensi dalam sistem terbatas seperti tali tegang. Pola ini menunjukkan resonansi dan mode getaran yang diizinkan.
Simpul dan perut
Gelombang berdiri memiliki simpul, tempat simpangan hampir nol, dan perut, tempat gerakan paling besar. Titik-titik tetap ini muncul dari interferensi konstruktif dan destruktif antara gelombang yang merambat berlawanan arah.
Resonansi pada tali
Tali beresonansi ketika frekuensi pendorong cocok dengan salah satu frekuensi alaminya. Pada resonansi, pola gelombang menjadi stabil dan amplitudonya jauh lebih besar daripada di luar resonansi.
Jelajahi harmonik dalam simulasi
Atur frekuensi, tegangan, atau panjang tali lalu lihat bagaimana jumlah lengkungan berubah. Simulasi ini membantu menghubungkan harmonik, panjang gelombang, dan cepat rambat gelombang dengan pola gelombang berdiri yang terlihat.
Persamaan Gelombang
Kecepatan gelombang ditentukan oleh medium yang dilaluinya, seperti kekencangan sebuah tali atau udara yang dilaluinya — bukan oleh seberapa cepat Anda menggoyangkan sumbernya. Karena kecepatannya tetap, setiap siklus yang Anda kirimkan harus muat dalam kecepatan yang sama itu, sehingga goyangan yang lebih cepat memadatkan siklus-siklus itu menjadi panjang gelombang yang lebih pendek.
v = f · λ
- v — kecepatan gelombang (m/s): seberapa cepat pola gelombang bergerak melalui medium
- f — frekuensi (Hz): berapa banyak siklus gelombang yang melewati satu titik setiap detik
- λ — panjang gelombang (m): panjang satu siklus gelombang penuh
Sebuah gelombang merambat di sepanjang tali, menyelesaikan 5 siklus penuh setiap detik. Setiap siklus terentang sepanjang 2 meter. Seberapa cepat gelombang itu merambat?
- f = 5 Hz
- λ = 2 m
- v = f · λ
- v = 5 Hz × 2 m
v = 10 m/s