Hukum Ohm: Arus, Tegangan, dan Resistansi

1 · Memprediksi

Baterai 9 V menggerakkan arus melalui satu resistor. Jika Anda menggunakan resistor yang lebih besar, apakah arus yang mengalir lebih banyak atau lebih sedikit?

2 · Pengaturan

  1. Buka preset resistor tunggal dan tekan Reset. Baterai menyuplai tegangan tetap 9 V.
  2. Aktifkan pembacaan arus pada resistor.
  3. Tetapkan nilai resistor untuk setiap percobaan dan catat arusnya.

3 · Kumpulkan Data

Perlawanan R (Ω)Kekuatan hilang P (W)Saat ini saya (A)
50.00
100.00
200.00

Plot arus I (sumbu y) terhadap 1/R (sumbu x) untuk tiga percobaan Anda. Apakah garis tersebut lurus melalui titik asal?

4 · Analisis

  1. Untuk satu percobaan, hitung I = E/R menggunakan E = 9 V. Bandingkan dengan tabel.
  2. Jelaskan mengapa penggandaan hambatan menjadi separuh arus, menggunakan hukum Ohm I = E/R pada tegangan tetap.

5 · Perluas

  1. Kolom daya Anda (P = E²/R) menyusut seiring bertambahnya hambatan, meskipun voltase tetap. Jelaskan mengapa resistor yang lebih besar memerlukan daya yang lebih sedikit dari baterai yang sama.
  2. Apa yang akan terjadi pada arus (dan baterai) jika R diatur mendekati 0 Ω? Mengapa rangkaian nyata menghindari kondisi 'korsleting' ini?

Fisika di Balik Eksperimen Ini

Hukum Ohm

Arus yang melalui sebuah resistor sebanding dengan tegangan yang melewatinya dan berbanding terbalik dengan hambatannya: I = V/R. Di sini V sama dengan EMF baterai penuh, 9 V.

Daya Listrik (dari V dan R)

Daya yang dihamburkan oleh sebuah resistor dapat dihitung langsung dari tegangan dan hambatan tanpa memerlukan arus: P = V²/R.

← Kembali ke eksperimen